Dampak Vidio Porno Grafi bagi Anak yang harus Anda Waspadai

Dampak Vidio Porno Grafi bagi Anak yang harus Anda Waspadai

Vidio porno grafi menjadi ancaman tersendiri bagi para orang tua di era digital seperti sekarang ini. Kecanggihan teknologi tidak lagi hanya dikuasai oleh para orang dewasa, melainkan anak-anak juga. Jika tidak dilakukan pengawasan yang tepat, dampak negatif dari konten pornografi bisa saja terjadi.

  1. Agresivitas meningkat

Konten pornografi memiliki gaya yang berbeda-beda, ada yang mengandung unsur kekerasan, ada yang hanya mengandung romansa dan lain sebagainya. Apapun itu, konten semacam ini tidak baik untuk tumbuh kembang anak. Apabila tidak segera dicegah dan diatasi, agresivitas anak bisa saja meningkat.

Agresivitas anak dapat meningkat karena sering terpapar konten pornografi. Hal ini menyebabkan anak menjadi mudah marah, tersinggung, kurang konsentrasi dan lain sebagainya. Kondisi ini tentu saja dapat menghambat perkembangan anak untuk bisa berprestasi sesuai bidang keahliannya.

  1. Trauma terhadap pernikahan

Bagi usia anak yang belum memahami konten pornografi, mereka hanya melihat dan menilai tanpa menggunakan logika. Hal ini seringkali menyebabkan salah persepsi dari anak terhadap hubungan suami istri. Banyak di antara anak-anak yang terpapar konten pornografi mengalami trauma terhadap pernikahan.

Mereka menganggap bahwa hubungan suami istri akan memberikan rasa sakit, terutama bagi anak perempuan. Jika dampak ini tidak segera di atasi, bisa jadi hingga dewasa, anak takut untuk menjalin hubungan atau bahkan menikah. Oleh karena itu, dibutuhkan penanganan yang tepat agar tumbuh kembang anak tidak terganggu.

  1. Pendewasaan dini

Perkembangan zaman memang sudah berubah begitu cepatnya. Hal ini tidak bisa terlepas dari adnaya teknologi yang semakin canggih. Konten pornografi pun semakin mudah dijumpai, bahkan bagi anak-anak. Jika anak sering melihat vidio porno grafi, bisa saja mereka akan mengalami masa dewasa yang seharusnya belum terjadi.

Sekarang saja sudah banyak anak-anak yang mengalami pendewasaan dini yang ditunjukkan dengan masa haid atau menstruasi yang datang lebih awal. Dulunya, seorang wanita mengalami haid ketika usia sekitar 15 tahun, tapi berbeda dengan sekarang dimana para wanita sudah mengalami haid ketika masih sekolah dasar.

  1. Meningkatkan pelecehan seksual

Masa kanak-kanak adalah masa dimana mereka memiliki daya kritis yang sangat tinggi, begitu juga dengan rasa penasaran. Apabila mereka sering melihat konten pornografi, tak jarang dari mereka akan mencari alat pemuas untuk mempraktikkan apa yang mereka lihat.

Tidak heran jika kemudian banyak terjadi kasus pelecehan seksual, bahkan pelakunya adalah anak di bawah usia. Peningkatan pelecehan seksual ini tentunya menjadi kekhawatiran tersendiri bagi para orang tua dalam menjaga dan mendidik anak mereka. Oleh karena itu, kita harus segera menanganinya dengan baik.

Pengawasan terhadap pemakaian media online haruslah dilakukan orang tua sebagai salah satu upaya terbaik untuk menjaga anak dari dampak buruk vidio porno grafi. Informasi menarik lainnya bisa Anda dapatkan dari orami.co.id.

About: admin

shares